-Advertisement-

IHSG Dibuka Melemah Menjelang Libur Idul Adha, Pasar Menunggu

Susanti
IHSG dibuka melemah libur - Layar perdagangan menampilkan grafik indeks saham IHSG dan bursa Asia dengan data real-time
A-AA+A++

IHSG dibuka melemah pada perdagangan sesi satu Selasa (26/5/2026) dengan turun 56,67 poin atau 0,91% ke level 6.149,68. Pergerakan indeks berkisar antara 6.132,35 hingga 6.286,87 pada sesi pertama. Nilai transaksi pada sesi 1 mencapai Rp9,13 triliun dengan volume 153,22 juta saham dan frekuensi 1,22 juta transaksi.

Pasar dipengaruhi oleh sentimen wait and see yang kuat menjelang periode libur panjang Idul Adha. Bursa akan ditutup pada Rabu dan Kamis sebelum dibuka kembali Jumat. Kekhawatiran ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Doha mulai menunjukkan kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik tiga bulan. Pembicaraan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan isu nuklir Iran. Washington dan Teheran masih mempertahankan keraguan terkait kesepakatan yang dapat dicapai dalam waktu singkat.

Optimisme terhadap negosiasi ini berpengaruh pada harga minyak global. Minyak Brent turun 7% menjadi US$96,14 per barel, sementara WTI melemah lebih dari 6% ke US$90,30 per barel.

Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan berjalan baik tetapi tetap memperingatkan kemungkinan serangan jika negosiasi gagal. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menekankan diplomasi tetap menjadi prioritas utama.

Keamanan kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor yang dipantau pasar. Israel terus meningkatkan operasi terhadap Hezbollah di Lebanon, sementara Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone siluman di kawasan Teluk Persia. Ketegangan sebelumnya telah memicu kenaikan harga minyak dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Bursa Asia menampilkan pola pertumbuhan yang beragam seiring sentimen positif terhadap negosiasi. Korea Selatan mencatat pencapaian spektakuler dengan indeks utamanya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 8.094,90.

Baca Juga:  Menkeu Bantah Daya Beli Turun, IMF Catat Seychelles Justru Alami Pelemahan PPP

Indeks Kosdaq yang melacak saham berlapis kecil turut menguat 2,12%. Nikkei 225 Jepang turun 0,18% setelah sehari sebelumnya menembus level psikologis 65.000 untuk pertama kalinya.

Indeks Topix merosot 0,36% di tengah aksi pengambilan keuntungan investor. ASX 200 Australia terkoreksi 0,17% pada awal sesi perdagangan, sedangkan futures Hang Seng Hong Kong menunjukkan tren menurun.