IHSG Turun 1,38 Persen Usai MSCI Review Agustus 2026

Febriolla
IHSG Turun 1,38 Persen Usai MSCI Review Agustus 2026 (Foto: lbs.id)
IHSG Turun 1,38 Persen Usai MSCI Review Agustus 2026 (Foto: lbs.id)
A-AA+A++

Indeks Harga Saham Gabungan jatuh 1,38% atau 87,75 poin pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Indeks menyentuh level 6.286,10 pada pukul 10.02 WIB, jauh di bawah level pembukaan 6.388,23.

Awal perdagangan menunjukkan sinyal positif. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.390,33 sebelum momentum berbalik dan investor mulai melakukan penjualan. Titik terendah perdagangan pagi mencapai 6.281,57, mencerminkan volatilitas yang dialami pasar lokal.

Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review menjadi pemicu utama perubahan sentimen pasar. MSCI mengumumkan keputusan signifikan terkait komposisi indeks Indonesia.

Tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index.

CPIN mengalami penurunan kelas dari Global Standard ke Global Small Cap. MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia dari Global Small Cap Indexes.

Semua perubahan tersebut baru berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau mulai 1 September 2026. Namun pasar sudah merespons keputusan ini pada perdagangan hari ini.

Respon cepat menunjukkan bagaimana keputusan indeks global berpengaruh langsung pada sentimen investor lokal bahkan sebelum implementasi resmi.

Tekanan pasar terlihat luas di seluruh papan perdagangan. Sebanyak 456 saham mengalami pelemahan, sementara 156 saham menguat. Sisanya, 351 saham, stagnan. Aktivitas perdagangan mencapai Rp5,328 triliun dengan volume 10,46 miliar saham dan frekuensi 784 ribu transaksi.

Penurunan hari ini berbalik dari performa sehari sebelumnya. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat melonjak 1,69% mencapai level 6.373,85 mengikuti pengumuman awal MSCI. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika pasar yang merespons informasi baru dengan cepat.

Perhatian pasar juga terarah pada data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis malam harinya. Producer Price Index dan klaim awal pengangguran menjadi indikator penting bagi investor dalam mengantisipasi keputusan The Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga.

Baca Juga:  Bursa Indonesia Terus Meluas, IHSG Dibuka dengan Penguatan 0,41%

Sebelumnya, inflasi konsumen AS untuk Juli 2026 datang sesuai dengan ekspektasi pasar, membuka peluang bagi pelonggaran moneter The Fed di periode mendatang.(***)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *