Bank Mandiri Naikkan Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 5,34%

Okin
A-AA+A++

Ekonomi Indonesia yang tetap solid sepanjang semester pertama tahun ini mendorong Bank Mandiri untuk merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2026. Bank pelat merah ini kini memperkirakan ekonomi akan tumbuh 5,34% sepanjang tahun, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 5,2%.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Diah Ayu Yustina, Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief Q3 2026 yang digelar secara daring pada 3 September 2026. Menurut Diah, ekonomi di kuartal kedua masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik, dengan pertumbuhan kumulatif semester pertama tercatat mencapai 5,45%.

Ada dua faktor utama yang menopang capaian tersebut. Yang pertama adalah belanja pemerintah, yang tumbuh sekitar 16% pada kuartal II-2026—meski melambat dibanding kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh 21%. Perlambatan ini wajar mengingat basis kuartal I yang tinggi, namun realisasi belanja tetap ditopang sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga berbagai proyek infrastruktur.

Faktor kedua adalah investasi, yang justru menunjukkan perbaikan cukup mencolok. Pertumbuhannya mencapai 6,9% di kuartal II, lebih baik dibanding kuartal sebelumnya, dan ini dianggap sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh lebih moderat, yakni 5,1% pada kuartal II-2026, turun dari 5,5% di kuartal sebelumnya. Namun Diah menegaskan penurunan ini bukan tanda melemahnya daya beli masyarakat. Ini lebih disebabkan oleh efek musiman Ramadan dan Lebaran yang jatuh di kuartal pertama, sehingga secara historis selalu mendongkrak belanja rumah tangga di periode tersebut.

Bank Mandiri memandang perlambatan konsumsi ini sebagai hal yang memang sudah diperkirakan sejak awal. Begitu efek musiman mereda di kuartal kedua, konsumsi pun kembali menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang sebenarnya—pola yang lumrah terjadi setiap tahun dan bukan pertanda krisis kepercayaan konsumen.

Baca Juga:  Pasar Keuangan Indonesia Tertekan: Efek MSCI, IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah

Meski ketidakpastian global masih membayangi, Bank Mandiri tetap optimistis terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kombinasi belanja pemerintah yang masih ekspansif dan momentum investasi yang terus menguat dinilai cukup untuk menjaga laju pertumbuhan tetap sehat. Proyeksi 5,34% ini mencerminkan keyakinan Bank Mandiri bahwa Indonesia mampu melampaui target awal tahun dan tetap tangguh di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *