MSCI Pertahankan Indonesia di Status Emerging Market

Susanti
MSCI Pertahankan Indonesia di Status Emerging Market (Foto: ajaib.co.id)
MSCI Pertahankan Indonesia di Status Emerging Market (Foto: ajaib.co.id)
A-AA+A++

MSCI pertahankan Indonesia emerging market dan pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan pada perdagangan Selasa 23 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,25% atau turun 15,36 poin ke level 6.101,33.

Rupiah kembali tergerus terhadap dolar Amerika Serikat, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 7,218%. Sentimen pasar masih waspada, menunggu pengumuman MSCI yang dijadwalkan pada perdagangan Rabu 24 Juni 2026.

Nilai transaksi saham hingga akhir perdagangan mencapai Rp32,94 triliun dengan volume 41,54 miliar saham dalam 1,79 juta transaksi.

Sepanjang hari, IHSG sempat menyentuh level terendah 5.993,04. Dari pergerakan saham individual, 282 saham menguat, 373 saham melemah, dan 160 saham stagnan. Investor asing terus menjual dengan outflow sebesar Rp311,6 miliar.

Saham-saham paling aktif diperdagangkan termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI).

Mayoritas sektor perdagangan sebenarnya menguat, namun tekanan dari beberapa sektor besar menjadikan IHSG berakhir di zona merah.

Sektor energi mencatat koreksi terdalamdengan melemah 3,62%. Sektor finansial dan konsumer juga ikut melemah. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memasuki periode ex-date dividen menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi penurunan 20,66 poin indeks.

Emiten lainnya seperti BBCA, BMRI, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turut membebani kinerja pasar.

Rupiah ditutup di posisi Rp17.835 per dolar AS, melemah 0,06% dan memperpanjang tekanan ketiga hari berturut-turut. Sepanjang hari, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp17.835 hingga Rp17.870 per dolar.

Baca Juga:  Daftar Saham LQ45 Terbaru Mei–Juli 2026, Ini 5 Emiten Masuk dan 5 Keluar

Pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global, didukung kekhawatiran pasar terhadap suku bunga tinggi yang bertahan lama di Amerika Serikat.

The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Proyeksi suku bunga terbaru The Fed mengindikasikan peluang suku bunga tinggi berlanjut lebih lama, dengan sebagian pejabat Federal Reserve masih memperkirakan potensi kenaikan suku bunga di rapat berikutnya.

Penguatan dolar AS sempat tertahan oleh perkembangan positif negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang membawa harapan damai dan membatasi tekanan pada aset berisiko.

Pasar obligasi mengalami penjualan signifikan. Kenaikan yield SBN 10 tahun menjadi 7,218% menandakan penurunan harga obligasi, mencerminkan tekanan jual di pasar obligasi karena imbal hasil dan harga obligasi bergerak berlawanan arah. Ini merupakan kenaikan yield keempat hari berturut-turut.

Wall Street menutup perdagangan Selasa malam waktu setempat dalam kondisi melemah, dipicu aksi jual masif di sektor teknologi. Indeks S&P 500 turun 1,44% ke level 7.365,46. Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam dengan penurunan 2,21% ke level 25.587,04. Dow Jones Industrial Average turun 45,87 poin atau 0,09% ke level 51.666,84.

Tekanan utama datang dari saham-saham chip memori dan artificial intelligence. Saham Micron Technology jatuh 13%, Sandisk terkoreksi 13%, dan Seagate Technology melemah lebih dari 5%. Intel turun 6%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) dan Qualcomm masing-masing melemah hampir 6% dan 8%.

State Street Technology Select Sector SPDR ETF (XLK) turun 4%, sedangkan VanEck Semiconductor ETF (SMH) jatuh 7%.

Pengumuman MSCI pada Rabu 24 Juni 2026 diharapkan mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market. Status ini penting bagi aliran dana asing ke pasar Indonesia, meski kondisi pasar global terus memberikan tekanan.(****)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *