IHSG dan Rupiah Berbalik Naik Hadapi Tekanan Ekonomi Amerika

Okin
IHSG dan rupiah berbalik naik - Layar digital menampilkan indeks saham IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pad
A-AA+A++

IHSG dan rupiah berbalik naik pada perdagangan Kamis lalu (25 Juni 2026) setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam sebesar 1,96% mencapai level 5.999,04 setelah sehari sebelumnya turun hingga 3,56%. Rupiah juga berhasil memperkuat posisinya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di penutupan sesi kedua, meskipun investor asing masih mencatat aksi jual.

Aktivitas perdagangan saham mencerminkan optimisme pasar. Sebanyak 537 saham menguat sementara 135 saham melemah dan 141 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,65 triliun dengan volume 22,58 miliar saham dalam 1,70 juta transaksi. Namun, nilai transaksi tidak terlalu ramai dan kapitalisasi pasar masih berada di bawah Rp11 triliun, tepatnya Rp10.542 triliun.

Seluruh sektor berada dalam zona hijau pada perdagangan tersebut. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,56%, diikuti sektor konsumer primer yang naik 3,08% dan sektor industri yang menguat 1,76%. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan indeks.

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 19,73 poin. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 11,17 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 9,37 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 6,27 poin, dan PT Merdeka Copper and Gold Tbk (MDKA) 4,72 poin. Dukungan juga datang dari saham-saham lain seperti DSSA, BRPT, AMRT, BMRI, dan EMAS.

Penguatan IHSG dipandang sebagai sinyal rebound teknis setelah tekanan besar pada perdagangan sebelumnya. Para pelaku pasar masih mencermati apakah penguatan ini akan berlanjut atau hanya merupakan pemulihan sementara setelah aksi jual tajam.

Rupiah berhasil membalikkan posisi dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis, mencapai Rp17.915 per dolar AS atau menguat tipis 0,06%. Penguatan ini menjadi kabar positif setelah empat perdagangan sebelumnya rupiah konsisten melemah. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.910 hingga Rp17.970 per dolar AS.

Baca Juga:  Penurunan Uang Tunai Terbukti Nyata, LPEM UI Ungkap Data Penting

Penguatan rupiah terjadi di tengah posisi dolar AS yang masih dominan di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis pada sore hari meskipun masih berada di level tinggi. Pada hari Rabu sebelumnya, DXY sempat menyentuh level 101,8, rekor tertinggi dalam 13 bulan terakhir, didorong ekspektasi pasar terhadap ekonomi AS yang masih kuat dan potensi suku bunga tinggi.

Pasar obligasi menunjukkan tekanan penjualan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak 0,21% ke level 7,182%, yang mencerminkan penurunan harga obligasi dan adanya aksi jual di pasar. Kondisi ini biasanya menunjukkan tekanan jual karena imbal hasil dan harga obligasi bergerak berlawanan arah.

Di Wall Street, perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia menunjukkan hasil beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 71,72 poin atau 0,14% menjadi 51.920,62. Indeks S&P 500 turun 0,73 poin atau 0,01% menjadi 7.357,49. Indeks Nasdaq Composite melemah 118,03 poin atau 0,46% menjadi 25.358,60.

Saham-saham teknologi mengalami tekanan signifikan. Saham Apple anjlok 6,1% setelah perusahaan menaikkan harga iPad dan MacBook untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan. Saham Nvidia, Microsoft, dan Alphabet juga turun antara 0,5% hingga 3,5%. Investor khawatir terhadap besarnya belanja perusahaan hyperscaler untuk kecerdasan buatan (AI) serta siapa yang akan menanggung biaya investasi tersebut.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan mampu bergerak positif pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (26 Juni 2026). Sentimen pasar akan terus mencermati respons lanjutan terhadap data ekonomi AS, kenaikan bunga penjaminan LPS, serta jadwal rencana penerbitan Panda Bond.

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *