-Advertisement-

Mebius Dust Tampilkan Preview Episode Pertama dan Penyanyi Lagu Pembuka

Febriolla
mebiusdust.asmik-ace.co.jp
A-AA+A++

Mebius Dust preview episode 1 telah diluncurkan oleh studio Doga Kobo menjelang pemutaran resmi pada Juli 2026. Anime original ini mengumumkan para pengisi suara utama, lagu pembuka, dan pratinjau pertama yang langsung menarik perhatian penggemar anime.

Proyek ini berasal dari karya Hajime Shinagawa dan memenangkan kategori “Kids/Game” dalam kompetisi Project ANIMA pada 2019. Kompetisi tersebut dirancang untuk menemukan konsep anime original yang diajukan publik melalui platform seperti MangaBox dan Everystar.

Yuto Takenaka memerankan Araki, seorang siswa SMA yang tinggal di area kota tradisional Jepang. Nene Hieda mengisi peran Stella, saudari sekaligus teman sekelas Araki, sementara Haruka Sato membawakan Olga, sahabat mereka sejak kecil. Ketiga karakter ini menjadi pusat cerita yang menggabungkan aksi dengan dinamika manusiawi yang relatable.

Leo Ieiri dipilih sebagai penyanyi lagu pembuka berjudul “Mebius”. Lagu tersebut akan dirilis secara digital pada 3 Juni, mendahului tayang anime itu sendiri. Serial anime ini dijadwalkan berjalan selama satu cour, atau sekitar tiga bulan sesuai standar format penyiaran anime reguler Jepang.

Cuplikan pratinjau episode pertama yang tersedia di YouTube menampilkan Araki, Stella, Olga, dan teman-teman mereka sedang terlibat dalam permainan menyerupai perebutan bendera. Namun, suasana dan aturan permainan menunjukkan sesuatu yang tidak lazim, memicu pertanyaan mendalam tentang lingkungan tempat para karakter berada.

Meski pertama kali terasa seperti cerita kehidupan remaja pada umumnya, dunia Mebius Dust memiliki fondasi yang jauh lebih rumit. Menurut informasi resmi dari Crunchyroll, dunia ini mengalami transformasi besar setelah hujan meteor menghujani Bumi pada 29 Februari 2000. Peristiwa itu melepaskan substansi misterius ke atmosfer yang juga dinamai Mebius Dust.

Baca Juga:  Review Mistress of the Game: Perebutan Kekuasaan Keluarga Blackwell

Substansi tersebut memicu pengembangan teknologi bernama Rammus, yang mampu mengganti bagian tubuh manusia yang hilang atau rusak akibat dampak meteor. Teknologi ini memiliki kemampuan unik untuk berubah bentuk sesuai keinginan pengguna. Namun, kemajuan teknis ini membawa konsekuensi sosial yang serius bagi Jepang, termasuk kesenjangan ekonomi yang meningkat dan serangan terorisme yang muncul sebagai hasilnya.

Sebagai respons, pemerintah membentuk unit khusus anti-RC dan mendirikan sekolah-sekolah yang berfokus pada teknologi Rammus. Konteks ini menjadi latar belakang dari konflik dan misteri yang akan dimulai dalam serial.

Tarou Iwasaki memimpin produksi sebagai sutradara, dengan pengalaman sebelumnya di One Week Friends, Sweetness & Lightning, dan Baki the Grappler. Doga Kobo, studio di balik My Senpai is Annoying dan musim pertama Oshi no Ko, menangani animasi penuh. Komposisi naskah dan penulisan ditangani Yoriko Tomita, yang dikenal dari My Dress-Up Darling, The Elusive Samurai, dan Senpai is an Otokonoko.

Yuto Takenaka menjelaskan bahwa dirinya menemukan kesamaan dengan Araki dalam hal sifat pemalu dan keinginan untuk diakui. Dia menekankan bahwa anime ini menawarkan lebih dari sekadar adegan aksi, dengan karakter-karakter yang terasa autentik dan dapat dipahami audiens.

Nene Hieda mengungkapkan antusiasme sejak pertama melihat materi audisi. Dia merasa pengaturan dunia Mebius Dust sangat orisinal dan senang berpartisipasi dalam proyek itu. Pengumuman lengkap detail produksi ini menunjukkan komitmen tim kreatif untuk menghadirkan cerita yang mendalam dengan visual berkualitas tinggi.

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *