Bursa Indonesia Terus Meluas, IHSG Dibuka dengan Penguatan 0,41%

Susanti
IHSG Dibuka dengan Penguatan 0,41% (Foto: Bloomberg Technoz)
IHSG Dibuka dengan Penguatan 0,41% (Foto: Bloomberg Technoz)
A-AA+A++

RAKYATPRESS.COM IHSG dibuka menguat 0,41% pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026, melanjutkan momentum kenaikan yang telah berlangsung selama sepuluh hari bursa berturut-turut. Indeks naik setara 26 poin dan mencapai level 6.366,01 berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB.

Aktivitas perdagangan pada jam pembukaan menunjukkan kehangatan pasar. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp162,17 miliar dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 333,51 juta lembar dalam 39.297 kali transaksi.

Dari seluruh saham yang bergerak, sebanyak 259 mengalami penguatan sementara 41 saham terkoreksi, sedangkan 330 saham bergerak stagnan.

Momentum pasar semakin diperkuat oleh performa kemarin. Pada penutupan Selasa 21 Juli, IHSG menguat 1,74% dan berhasil tembus melampaui level 6.300.

Pencapaian ini berarti indeks berhasil menguat selama sembilan hari perdagangan secara beruntun. Terakhir kali momentum seperti ini terjadi pada Juli 2025, ketika penguatan bahkan berlanjut hingga mencapai 11 hari berturut-turut.

Performa pasar menunjukkan konsistensi yang mengesankan dalam kurun waktu terbaru. Sejak awal Juli 2026, IHSG hanya melemah satu kali, yakni pada 8 Juli 2026.

Setelah itu, indeks telah melonjak 7,93%. Jika dihitung sejak awal bulan, IHSG mencatat penguatan 12,35% untuk periode bulan-ke-tanggal. Dalam 15 hari perdagangan terakhir, indeks berhasil melesat di 14 dari 15 hari tersebut.

Dana asing mulai berbondong-bondong masuk ke pasar Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,99 triliun dalam periode 16 Juli hingga 21 Juli 2026.

Aliran masuk dimulai pada 16 Juli dengan pembelian bersih Rp1,22 triliun, diikuti Rp638,05 miliar pada 17 Juli. Pada 20 Juli, investor asing membeli Rp96,72 miliar, dan kemudian Rp31,36 miliar pada 21 Juli.

Baca Juga:  Biaya Haji & Umroh 2026: Kurs Rupiah Melemah, Apakah Tarif Ibadah Akan Naik?

Peningkatan partisipasi asing disertai dengan aktivitas pasar yang lebih ramai. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, nilai transaksi IHSG konsisten melampaui Rp15 triliun per hari.

Angka ini menunjukkan pemulihan signifikan mengingat pada 10 Juli 2026, pasar mencatat nilai transaksi harian terkecilnya sepanjang tahun. Kombinasi antara masuknya aliran dana asing dan meningkatnya volume transaksi menunjukkan bahwa penguatan IHSG memiliki fondasi yang lebih sehat.

Perhatian pasar hari ini juga tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan diumumkan siang ini. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk periode Juli telah berlangsung sejak Selasa hingga Rabu, 21-22 Juli 2026.

Polling yang dilakukan CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengantisipasi kenaikan BI Rate.

Delapan dari 14 responden memproyeksikan BI Rate akan naik 25 basis poin (bps), dari 5,75% menjadi 6,00%. Enam responden lainnya memperkirakan suku bunga akan tetap bertahan di level 5,75%. Jika proyeksi mayoritas terwujud, kenaikan ini akan menjadi pengetatan suku bunga yang keempat sepanjang 2026.

Bank Indonesia telah menggerakkan suku bunga secara bertahap sejak Mei 2026. Secara kumulatif, kenaikan telah mencapai 100 basis poin sehingga mencapai level 5,75% pada Juni.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang mendorong mayoritas ekonom memperkirakan BI akan melanjutkan pengetatan moneter untuk menjaga stabilitas mata uang domestik di tengah volatilitas pasar global.(***)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *