Suku Bunga Deposito BBCA, BMRI, BBNI, BBRI Mei 2026 Pasca Rilis PDB Q1

Suku Bunga Deposito BBCA, BMRI, BBNI, BBRI Mei 2026 (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)
Suku Bunga Deposito BBCA, BMRI, BBNI, BBRI Mei 2026 (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)
A-AA+A++

Per Mei 2026, perkembangan suku bunga deposito di bank besar Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Setelah rilis data PDB Indonesia 2026, bank-bank utama masih mempertahankan bunga di level kompetitif, namun cenderung rendah.

Empat bank besar atau Big Four, yaitu Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia, tetap menjadi acuan utama bagi investor deposito.

Disclaimer! Informasi dalam artikel ini bersifat informasional dan bukan merupakan saran keuangan atau rekomendasi investasi. Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank dan kondisi pasar. Anda disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Tabel suku bunga deposito bank BBCA, BMRI, BBNI, BBRI per Mei 2026.

Nama Bank 1 Bln (%) 3 Bln (%) 6 Bln (%) 12 Bln (%) Update
BCA 2.75 2.75 3.00 3.00 2026-04-08
BNI 2.25 2.50 2.75 2.50 2026-04-08
BRI 3.00 3.00 2.75 2.50 2026-04-08
Bank Mandiri 2.25 2.25 2.50 2.50 2026-04-08

Sumber: pusatdata.kontan.co.id

Jika Anda mencari bunga deposito tertinggi saat ini, BRI masih menawarkan tingkat paling menarik untuk tenor pendek. BRI memberikan bunga hingga 3,00% untuk tenor satu hingga tiga bulan berdasarkan data terbaru April 2026.

Sementara itu, BCA menawarkan bunga stabil di kisaran 2,75% untuk tenor satu dan tiga bulan. Untuk tenor lebih panjang seperti enam hingga dua belas bulan, bunga meningkat menjadi sekitar 3,00%.

BNI berada sedikit di bawah dengan kisaran bunga 2,25% hingga 2,75% tergantung pada tenor yang dipilih. Sedangkan Bank Mandiri menawarkan bunga yang relatif mirip, yaitu sekitar 2,25% hingga 2,50%.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa bank besar cenderung menjaga stabilitas bunga untuk menjaga likuiditas dan daya tarik produk. Anda perlu mempertimbangkan tenor dan tujuan investasi sebelum memilih produk deposito yang sesuai.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa bunga deposito saat ini masih berada di bawah tingkat penjaminan. Lembaga Penjaminan Simpanan menetapkan suku bunga penjaminan sebesar 3,5% hingga akhir Mei 2026.

Artinya, sebagian besar bunga deposito Big Four masih berada dalam batas aman penjaminan LPS. Hal ini memberikan perlindungan tambahan bagi Anda sebagai nasabah dalam menyimpan dana di bank.

Kondisi bunga yang stabil ini tidak lepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi yang cukup solid di awal tahun. Namun, bank tetap berhati-hati karena adanya potensi perlambatan ekonomi pada kuartal berikutnya.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi deposito, kondisi ini memberikan pilihan yang cukup aman meskipun imbal hasil relatif moderat. Deposito tetap cocok untuk profil risiko rendah yang mengutamakan keamanan dana dibandingkan dengan keuntungan tinggi.

Namun, Anda juga perlu memperhatikan bahwa jika inflasi naik lebih cepat dari bunga deposito, nilai keuntungan yang dirasakan nasabah bisa menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, diversifikasi ke instrumen lain bisa menjadi strategi tambahan yang lebih optimal.

Ingin tahu update ekonomi, investasi, dan keuangan terbaru lainnya? Kunjungi artikel lengkap dan terpercaya hanya di rakyatpress.com!

FAQ

  1. Bank mana yang menawarkan bunga deposito tertinggi saat ini?
    Bank Rakyat Indonesia menawarkan bunga tertinggi hingga sekitar 3,00% untuk tenor pendek.
  2. Apakah bunga deposito dijamin oleh pemerintah?
    Ya, bunga deposito dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan selama berada di bawah batas penjaminan.
  3. Berapa batas bunga penjaminan LPS saat ini?
    Batas bunga penjaminan LPS untuk bank umum rupiah adalah sebesar 3,5% hingga Mei 2026.
  4. Apakah suku bunga deposito bisa berubah?
    Ya, suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank dan kondisi ekonomi.
  5. Apakah deposito masih menguntungkan di 2026?
    Deposito tetap menguntungkan untuk keamanan dana, tetapi imbal hasilnya tergolong moderat dibandingkan dengan instrumen lain.