RakyatPress.com – Hilirisasi riset Indonesia menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan inovasi nasional. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Yon Arsal, menyampaikan hal ini dalam acara penganugerahan Indonesia Innovator Award yang diselenggarakan di BRIN pada Senin, 10 Agustus 2026.
Yon menegaskan bahwa meskipun kapasitas riset Indonesia terus membaik, tantangan besar masih menanti untuk mengubah penelitian menjadi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Data Global Innovation Index yang dirilis World Intellectual Property Organization (WIPO) tahun 2025 menunjukkan Indonesia menempati posisi 55 dari 130 negara.
Pencapaian ini merupakan lompatan signifikan dibandingkan tahun 2020 ketika posisi Indonesia masih di peringkat 75. Peningkatan peringkat ini mencerminkan perkembangan positif dalam ekosistem inovasi nasional.
Yon mengungkapkan bahwa data WIPO memberikan pesan sangat jelas tentang tantangan yang dihadapi. Terdapat kesenjangan antara tingginya antusiasme kolaborasi dan produktivitas publikasi riset dengan skor keluaran teknologi dan pendaftaran paten komersial.
Rasio ini menunjukkan ruang yang sangat luas untuk ditingkatkan guna memastikan penelitian menghasilkan produk teknologi yang dapat dipasarkan.
Hilirisasi merujuk pada proses membawa riset dan inovasi ke arah penerapan praktis yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya kelompok menengah ke atas, tetapi juga masyarakat berpenghasilan rendah harus merasakan manfaat nyata dari penemuan ilmiah.
Yon menekankan bahwa hilirisasi tidak sebatas komersialisasi saja, melainkan mencakup dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
Mengakui kompleksitas pembangunan modern yang saling beririsan, BRIN dan LPDP meluncurkan Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (PRIMA).
Program ini dirancang untuk menghadirkan riset yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional berdasarkan persoalan nyata dan mendorong tindak lanjut dalam bentuk kebijakan. Pendanaan awal sebesar 100 miliar rupiah telah disediakan, dan hingga saat ini sudah ada 177 proposal yang masuk.
BRIN juga menitipkan harapan kepada para inovator untuk menjadi jembatan yang kokoh antara temuan ilmiah dan kebutuhan masyarakat sebenarnya. Peran ini penting mengingat pembangunan di era sekarang semakin kompleks dan memerlukan integrasi antara penelitian akademik dan solusi praktis lapangan.
Selain melalui program PRIMA, LPDP secara rutin mendukung pengembangan riset nasional melalui pemberian beasiswa kepada pelajar untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2 dan S3.
Lembaga ini juga mengalokasikan anggaran negara untuk pengembangan riset nasional secara berkelanjutan. Pendekatan holistik ini bertujuan membangun ekosistem penelitian yang kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.(***)








Tidak ada Respon