Bapakmu Kiper: Film Rekonsiliasi Ayah Anak dengan Latar Sepak Bola Kampung

Febriolla
Film Bapakmu Kiper (Foto: Youtube/Cinema 21)
Film Bapakmu Kiper (Foto: Youtube/Cinema 21)
A-AA+A++

Film Bapakmu Kiper, sebuah produksi rekonsiliasi ayah dan anak yang menyentuh, telah resmi memasuki bioskop seluruh Indonesia sejak 3 September 2026.

Karya Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia ini disutradarai Ody C. Harahap menggabungkan komedi keluarga, drama, dan dunia olahraga dengan menampilkan sepak bola antarkampung atau tarkam, sebuah fenomena budaya yang jarang diangkat secara menyeluruh di layar lebar.

Naskah dikerjakan oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut dengan durasi kurang lebih 91 menit.

Pemeran utama Fedi Nuril menjadi Warto sementara Ali Fikry berperan sebagai Dino, didampingi Tanta Ginting, Vidi Bule, Augie Fantinus, Neysa Chandria, Cemen, Djaitov Tigor, dan sejumlah aktor pendukung lainnya.

Kisah berpusat pada Dino, seorang remaja berusia 18 tahun yang mengubur kekecewaan mendalam terhadap Warto, ayahnya. Warto adalah seorang penjual ikan dan mantan penjaga gawang tarkam terkenal yang lebih diingat akibat kesalahan-kesalahan di bawah mistar daripada keberhasilan menahan bola.

Dino percaya kematian sang ibu terkait dengan sikap ayahnya di waktu lalu, sehingga jarak antara keduanya semakin melebar. Ketika regu Dino bubar menjelang Tarkam Super Cup, turnamen yang membuka jalan menuju sepak bola profesional, Warto memilih untuk kembali bermain.

Dia membentuk skuad baru bernama Serigala Sakti yang beranggotakan penduduk kampung dengan latar belakang beragam: petugas keamanan, montir, pekerja bangunan, tukang pijat tradisional, pencopet, bahkan dukun.

Pertandingan-pertandingan penuh kericuhan khas tarkam menjadi medium bagi ayah dan anak untuk perlahan memperbaiki ikatan yang putus. Elemen budaya tarkam menawarkan kesegaran tersendiri dalam cerita ini.

Dunia tarkam yang dekat dengan masyarakat pelosok ditampilkan utuh dengan karakteristiknya yang unik, mencakup praktik perdukunan yang masih bergema dalam sejumlah turnamen desa. Aspek ini bukan menjadi inti permasalahan, melainkan subplot yang membangkitkan komedi dan memperkaya nuansa lokal.

Baca Juga:  She's the Man: Komedi Romantis yang Membongkar Stereotip Gender dalam Olahraga

Tema film juga menyoroti dinamika ayah-anak yang kesulitan mengekspresikan perasaan, proses pemaafan, dan kesempatan untuk memulai baru.

Fedi Nuril, yang biasanya menghuni peran-peran dramatis, tampil dalam karakter komedi yang membutuhkan latihan gawang selama kira-kira dua minggu. Ali Fikry menghadapi beban fisik berat karena harus berakting sambil bermain sepak bola di tengah panas terik.

Kekuatan film terletak pada harmoni antara Fedi Nuril dan Ali Fikry, yang pernah sebelumnya bermain sebagai ayah-anak dalam Qorin 2. Interaksi mereka terasa tulus, baik ketika terjadi ketegangan maupun pada saat-saat kehangatan.

Karakter-karakter sampingan menambah warna dengan perilaku aneh yang menggambarkan kehidupan di kampung. Meski demikian, pelaksanaan humor tidak selalu merata. Beberapa lelucon situasi berhasil membuat tertawa, sementara yang lain terasa kurang cocok.

Bagian pertandingan tarkam yang sebenarnya seharusnya menjadi inti cerita terhambat oleh penggunaan CGI yang kurang halus dan kehadiran penonton palsu di samping lapangan, sehingga suasana keaslian keramaian tarkam berkurang sedikit.

Sejumlah latar belakang karakter, termasuk tim lama Dino, juga kurang digali mendalam sehingga kepedulian terhadap konflik sentral tidak selalu maksimal.

Adegan-adegan lucu paling berkesan adalah rangkaian momen kesurupan yang dikutip dari mitos dukun dalam tarkam. Para pemain diminta mengarang sendiri cara mereka terkena pengaruh supranatural.

Hasilnya bervariasi dan menghibur, dengan beberapa pemain melakukan jungkir balik dan salto berulang yang menciptakan ketawa dari penonton.(***)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *