Plastic Beauty, drama medis terbaru asal Jepang, resmi hadir di Netflix mulai 17 September 2026. Serial berdurasi 8 episode ini dibintangi oleh Mayu Matsuoka dan Riisa Naka sebagai pemeran utama, dengan naskah ditulis oleh Ikegami Junya dan digarap oleh sutradara Saito Yuki.
Kisahnya mengikuti Fumi Numata, seorang dokter bedah plastik di rumah sakit universitas yang punya keterampilan bedah yang mumpuni. Hidupnya berubah drastis ketika Kana Kokubun, seorang influencer populer yang selama ini dikenal karena kecantikan alaminya, masuk ke rumah sakit dalam keadaan koma. Ternyata, implan silikon di payudara Kana menekan sebuah tumor, dan Fumi harus melakukan operasi darurat untuk mengangkat implan tersebut demi menyelamatkan nyawanya. Operasinya sukses, tapi Kana justru terpukul berat karena harus kehilangan kecantikan yang selama ini ia bangun lewat prosedur kosmetik. Tak lama setelah keluar dari rumah sakit, Kana mengakhiri hidupnya sendiri dan meninggalkan surat wasiat yang berisi kemarahan mendalam terhadap Fumi.
Peristiwa itu membuat Fumi memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit tempatnya bekerja. Namun jalan hidupnya berbelok arah setelah ia mengetahui bahwa dokter yang melakukan operasi pembesaran payudara Kana adalah Rin Toyama, direktur Klinik Bedah Kosmetik Toyama. Rin adalah figur dokter yang karismatik dan kerap disorot media karena dianggap sebagai penerus dari ayahnya, Shin Toyama. Baginya, kecantikan adalah cara untuk menyelamatkan orang.
Setelah mengetahui latar belakang Fumi, Rin menawarinya pekerjaan dengan gaji besar, bahkan bersedia melunasi utang orang tua Fumi yang mencapai 200 juta yen. Meski selama ini menolak keras dunia bedah kosmetik, Fumi akhirnya menerima tawaran itu—bukan karena tergiur uang, melainkan untuk mencari bukti bahwa operasi terhadap Kana dilakukan secara ceroboh. Selama bekerja berdampingan dengan Rin, Fumi mulai melihat dua sisi dari dunia bedah kosmetik: sisi terang dan sisi gelapnya. Meski kerap berselisih pendapat soal prinsip medis, keyakinan Fumi mulai terguncang begitu ia menyaksikan sendiri pasien-pasien yang tertolong lewat tangan Rin.
Di sisi lain, Rin sendiri diam-diam menanggung beban dari sang ayah serta trauma masa lalunya. Kedua dokter ini, dengan prinsip dan harga diri masing-masing, menjalani hubungan yang penuh gejolak. Arah hubungan mereka pun berkembang tak terduga, apalagi setelah kehadiran Shin yang menambah lapisan konflik baru dalam dinamika keduanya.
Sutradara di balik drama ini, Saito Yuki, lahir pada 1979 dan mulai berkarier di dunia penyutradaraan sejak 2010 lewat drama Nihonjin no Shiranai Nihongo. Namanya makin dikenal luas setelah menggarap Ossan’s Love pada 2018. Selain Plastic Beauty, sejumlah karya Saito lainnya antara lain Ano Toki Kiss Shite Okeba (2021), Tsukuyomi-kun no Kondan Oyashoku (2023), dan Unmet: Aru Nougekai no Nikki (2024).
Selain para pemeran utama, drama ini juga diperkuat sejumlah nama pendukung: Shotaro Mamiya sebagai Rui Komiya, Minami Tanaka sebagai Nanami Todoroki, Eisuke Sasai sebagai Yoshinobu Takashina, Kentaro Tamura sebagai Shunsuke Inoue, dan Reiji Nakagawa sebagai Fumio Hikita. Ada pula Natsumi Okamoto sebagai Rika Miwa, Moeka Nozaki sebagai Ami Kurumada, serta Noa Tsusuhima sebagai Miku Sawaguchi. Sementara jajaran pendukung lainnya diisi oleh Crazy Coco sebagai Yoko Denno, Atsuro Watanabe sebagai Arata Toya, Hiromi Nagasaku sebagai Taeko Numata, Naozumi Masuko sebagai Takashi Numata, Sose Takeda sebagai Takeru Numata, dan Hina Kagei sebagai Kana Kokubun.








Tidak ada Respon