Muhammad Nur Arifin, dikenal dengan nama Arifin, meraih prestasi luar biasa dengan diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melanjutkan studi di Fakultas Peternakan tahun akademik 2026/2027 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Dia memperoleh beasiswa penuh UGM dengan subsidi 100 persen untuk pendidikan unggul. Pencapaian ini istimewa karena Arifin tidak pernah mengikuti les tambahan selama menjalani pendidikan di sekolah.
Perjalanan pendidikan Arifin dimulai dalam kondisi keluarga yang sederhana. Ia merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara.
Ayahnya, Karyana, yang dulunya bekerja sebagai tukang kayu, meninggal dunia 15 tahun lalu. Sejak ditinggal suami, ibunya, Ngalimah, berjualan keripik pisang untuk menafkahi keluarga.
Selain itu, Ngalimah juga terlibat aktif dalam mengajar kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di daerah Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Kunci kesuksesan Arifin terletak pada kebiasaan belajarnya yang sangat fokus di kelas. Menurut Ngalimah, putranya tidak pernah mengikuti program les di luar sekolah, tetapi selalu memberikan perhatian dan fokus penuh selama proses pembelajaran di kelas.
Dia adalah tipe pelajar yang tidak memerlukan pengulangan pelajaran berlebihan di rumah karena sudah menguasai materi saat di kelas. Pendekatan belajar yang disiplin dan terukur inilah yang membedakan Arifin dari peserta SNBP lainnya.
Prestasi akademik Arifin juga didukung oleh pengakuan akademisnya di sekolah asal. Lulusan SMAN 1 Bantul ini menunjukkan bakat di bidang non-akademik dengan meraih juara dalam lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa dedikasi Arifin mencakup pengembangan kreativitas seni, bukan hanya fokus pada nilai mata pelajaran akademis saja.
Minat Arifin terhadap dunia peternakan berkembang sejak ia masih kecil. Dia sangat menyukai memelihara hewan, khususnya kambing. Meski pernah mengalami momen sedih saat seekor kambing peliharaannya mati pada waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kecintaannya terhadap peternakan tidak pernah hilang.
Pada saat proses pemilihan jurusan kuliah, beberapa guru sempat menyarankan untuk memilih program studi lain. Namun, keputusan Arifin tetap bulat untuk melanjutkan studi di Fakultas Peternakan UGM.
Pemuda yang lahir pada 17 Juli 2006 ini membuktikan bahwa passion dan dedikasi adalah fondasi yang lebih kuat daripada bimbingan kursus intensif.
Kebahagiaan diterima di UGM juga dirasakan oleh ibu Ngalimah. Dia sangat bersyukur atas penerimaan putranya dan berharap agar Arifin mendapat kemudahan dalam menempuh perkuliahan serta dapat meraih cita-citanya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bahkan melakukan kunjungan untuk memberikan selamat kepada Arifin dan keluarganya atas pencapaian gemilang ini.








Tidak ada Respon